Tampilkan postingan dengan label sekilas berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekilas berita. Tampilkan semua postingan

Ikan asin dan bahan pengawet berbahaya

Rabu

Pengolahan ikan asin secara tradisional hampir selalu membutuhkan bantuan sinar matahari untuk mempercepat pengeringan, dan mencegah agar ikan tidak menjadi busuk.

Masalahnya matahari tidak selalu bersinar dengan cukup setiap harinya, terutama di musim hujan di mana awan mendung seringkali menutupi langit. Akibatnya, banyak ikan yang tidak terawetkan dengan baik, menurun kualitasnya, dan bahkan menjadi busuk.

Untuk mengurangi kerugian, sementara pengolah mengambil jalan pintas menggunakan bahan-bahan kimia seperti pestisida dan formalin. Bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan ini digunakan sebagai pengawet tambahan untuk mencegah pembusukan. Formalin juga mencegah pengurangan bobot ikan yang berlebihan akibat menguapnya cairan tubuh ikan yang diasinkan.

sumber : wikipedia

Alternatif bahan pengawet tambahan yang aman adalah khitosan. Akan tetapi bahan yang diekstrak dari cangkang udang dan kepiting ini belum populer dan belum diproduksi secara massal di Indonesia.
READ MORE - Ikan asin dan bahan pengawet berbahaya

lintasberita

padang lamun | sekilas berita

Selasa

Padang lamun adalah ekosistem khas laut dangkal di perairan hangat dengan dasar pasir dan didominasi tumbuhan lamun, sekelompok tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang beradaptasi di air asin.

Padang lamun hanya dapat terbentuk pada perairan laut dangkal (kurang dari tiga meter) namun dasarnya tidak pernah terbuka dari perairan (selalu tergenang). Ia dapat dianggap sebagai bagian dari ekosistem mangrove, walaupun padang lamun dapat berdiri sendiri. Padang lamun juga dapat dilihat sebagai ekosistem antara ekosostem mangrove dan terumbu karang.
Lamun adalah sumber pakan utama duyung.

Wilayah: di seluruh perairan Indonesia. Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan padang lamun:

a. Perairan laut dangkal berlumpur dan mengandung pasir. 

b. Kedalaman tidak lebih dari 10 m agar cahaya dapat menembus.
c. Suhu antara 20-30ยบ C. 
d. Kadar garam antara 25-35/mil.
e. Kecepatan arus sekitar 0,5 m/detik. 

Fungsi padang lamun: 
a. Sebagai tempat berkembangbiaknya ikan- ikan kecil dan udang. 
b. Sebagai perangkap sedimen sehingga terhindar dari erosi. 
c. Sebagai penyedia bahan makanan bagi biota laut. 
d. Bahan baku pupuk. 
e. Bahan baku kertas.
READ MORE - padang lamun | sekilas berita

lintasberita

sekilas tentang Budidaya perairan (akuakultur)

Budidaya perairan (akuakultur) merupakan bentuk pemeliharaan dan penangkaran berbagai macam hewan atau tumbuhan perairan yang menggunakan air sebagai komponen pokoknya. 

Kegiatan-kegiatan yang umum termasuk di dalamnya adalah budidaya ikan, budidaya udang, budidaya tiram, serat budidaya rumput laut (alga). Dengan batasan di atas, sebenarnya cakupan budidaya perairan sangat luas namun penguasaan teknologi membatasi komoditi tertentu yang dapat diterapkan.

Budidaya perairan adalah bentuk perikanan budidaya, untuk dipertentangkan dengan perikanan tangkap.
Di Indonesia, budidaya perairan dilakukan melalui berbagai sarana. Kegiatan budidaya yang paling umum dilakukan di kolam/empang, tambak, tangki, karamba, serta karamba apung.

sumber: wikipedia
READ MORE - sekilas tentang Budidaya perairan (akuakultur)

lintasberita

Si Pendatang yang Kian Berkembang | bawal air tawar

Jalan itu hanya setapak dan cukup licin ditimpa gerimis. Tapi Nur Cholis tak surut langkah demi melihat panen ikan bawal tawar hasil budidaya kelompoknya. Pria yang akrab disapa Aki ini adalah pembudidaya  dan pedagang ikan bawal tawar KJA (Keramba Jaring Apung) di Waduk Cirata Cianjur Jawa Barat. “Panen seperti ini saya lakukan setiap hari, dengan kuantitas ikan bawal yang dipanen sebesar 7 - 8 ton,” akunya.
READ MORE - Si Pendatang yang Kian Berkembang | bawal air tawar

lintasberita

Produksi Patin | Masih Terganjal Pasar



Telepon genggam Ade Hidayat siang itu berdering cukup sering. Kali ini, di ujung telepon, terdengar suara pria menanyakan benih patin. Tapi, “Benih patin sedang kosong karena baru dikirim ke luar Jawa,” jawab Ade sejurus kemudian.
Beberapa  waktu terakhir ini, Ade yang pembenih ikan patin dari Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat,  mengaku cukup kewalahan memenuhi permintaan benih patin. Di Sukabumi saja misalnya, permintaan baru bisa dipenuhi sekitar 50 %. Itu pun terkadang harus membeli dari daerah lain seperti dari Parung – Bogor dan Subang. “Kita selalu berupaya mencari benih, yang penting permintaan terpenuhi dengan standar benih yang kita mau,” jelas Ade kepada TROBOS beberapa waktu lalu di lokasi pembenihan miliknya.
Belum lagi permintaan benih patin dari luar Jawa yang baru bisa terpenuhi sekitar 30 %. Dirinya pun mengaku baru bisa memenuhi permintaan tersebut sekitar 100 ribu ekor per bulan. Menurut Ade, usaha pembenihan patin ini sangat potensial karena tidak ada istilah kelebihan produksi benih, yang ada malah kekurangan terus.
Tapi, bisnis itu selama ini terkendala dengan cara pembenihan patin yang cukup rumit. “Membenihkan patin itu harus betul-betul ahli dan kerja ekstra dalam mengurusnya. Setiap jam harus dipantau karena jika ada perubahan suhu sedikit saja dan tidak sesuai antara 28 – 30 0C akan berpengaruh dan induk patin kondisinya akan menurun,” terang pria yang mengaku usahanya beromset sekitar 10 juta per bulan ini.
Kondisi sebaliknya terjadi pada pembesaran patin. Ketika pembesaran patin digenjot meningkat sekitar 64 % pada pertengahan 2010 lalu, ternyata pasar di tanah air keteteran.  “Patin di pasar Sumatera, Kalimantan, dan Jawa sudah mulai tapi tidak sepesat lele sehingga patin tidak terserap. Padahal pembudidaya telah memelihara sekitar 6 bulan. Ditambah lagi margin keuntungan budidaya patin ini tipis dan karena tingginya biaya pakan yang mencapai 70 % dari biaya produksi,“ terang Direktur Produksi – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Iskandar Ismanadji secara terpisah.

Di sisi lain, patin justru laris manis di pasar luar negeri. Simak saja data dari Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP, peluang pasar ekspor patin menganga lebar. Uni Eropa membutuhkan sekitar 230 ribu ton, Rusia 125 ribu ton, Ukraina 75 ribu ton, Mesir 26 ribu ton, dan Amerika Serikat 25 ribu ton per tahunnya!

Informasi Tak Sampai

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi Catfish Indonesia, Soen’an H Poernomo mengatakan, persoalan patin adalah informasi pasar yang tidak sampai atau tidak diterima dengan baik oleh pembudidaya dan pembeli. Akibatnya pasar tidak diketahui dan pembeli pun tidak tahu pembudidaya. “Informasi pasar ini yang perlu didorong dan diintensifkan baik untuk pembudidaya dan pemasar,” tandas Soen’an.
Menurut Soen’an, aspek pasar patin adalah hal yang harus didahulukan. Jangan sampai produksi meningkat tapi pasar tidak jelas. “Kita realistis saja. Produksi kita genjot nyatanya pasar  tidak menyerap kan tidak baik. Saya lebih cenderung intensifikasi komunikasi antara pemasar, pembudidaya dan pengolah harus ditingkatkan. Kalau pasar sudah ada, produksi yang dihasilkan akan lebih aman,” jelasnya.
Pasar ini pun, lanjut Soen’an, jangan hanya menyasar pasar dalam negeri. Sebab jika mengandalkan pasar dalam negeri, masih ada batasan selera. Karena itu perlu usaha pengolahan untuk tujuan ekspor. Seperti di Jawa yang sudah ada usaha fillet (daging tanpa tulang) patin yang diekspor dan ini perlu dikembangkan di luar Jawa.
Senada, Iskandar juga menekankan pentingnya menyiapkan pasar patin. “Untuk mengatasi persoalan patin ini, pasar harus disiapkan dengan target-target produksi kita. Juga harus ada diversifikasi produk agar bisa diekspor ke luar negeri seperti yang dilakukan di Riau dengan dibuat salai (ikan asap) yang dikirim ke Malaysia dan harus industri pengolahan yang bergerak,” katanya.

Berkembang di Luar Jawa

Lepas dari persoalan pasar, usaha pembesaran patin justru telah berkembang terutama di luar Jawa. Ini antara lain bisa dilihat dari pengakuan Ade yang tak mampu memenuhi permintaan benih patin dari luar Jawa terutama Sumatera dan Kalimantan yang tiap bulan terus mengalir.
Sementara itu menurut Sales Manager PT Suri Tani Pemuka Unit Lampung, Sutrisman, berkembangnya pembesaran di luar Jawa diyakini karena tingkat kesukaan (preferensi) dan kultur masyarakat akan olahan kuliner yang memanfaatkan patin sebagai bahan bakunya masih banyak di luar Jawa.
“Di Kalimantan, patin disajikan dalam bentuk patin panggang. Di  Sumatera Selatan, patin banyak dijadikan pindang dan tempoyak patin, pempek yang menjadi ikon kuliner Sumatera Selatan dengan sentra  produksi patin di wilayah Banyuasin yang mencapai 15 ton per hari dan dijual di pasar tradisional dan  rumah makan,” jelasnya.
Selengkapnya baca majalah Trobos edisi Juni 2011
READ MORE - Produksi Patin | Masih Terganjal Pasar

lintasberita

agar-agar dari rumput laut

Rabu

Agar-agar, agar atau agarosa adalah zat yang biasanya berupa gel yang diolah dari rumput laut atau alga. Di (Jepang) dikenal dengan nama kanten dan oleh orang Sunda disebut lengkong. Jenis rumput laut yang biasa diolah untuk keperluan ini adalah Eucheuma spinosum (Rhodophycophyta). 

Beberapa jenis rumput laut dari golongan Phaeophycophyta (Gracilaria dan Gelidium) juga dapat dipakai sebagai sumber agar-agar.
READ MORE - agar-agar dari rumput laut

lintasberita

Cara Mudah Pembenihan Bawal Air Tawar

Musim hujan saat yang baik untuk melakukan pemijahan
Pagi itu masih terasa dingin di Sukabumi Jawa Barat. Namun Nasir sudah memulai kesibukannya, memijahkan ikan bawal air tawar. Lelaki 39 tahun itu memijahkan 1 betina dengan 2 jantan setiap satu kali proses penyuntikan, pada bak berukuran 4 x 2 m dengan ketinggian 1 m. Jumlah total indukan yang dimilikinya sebanyak  250 ekor yang terdiri atas 200 ekor betina dan 50 jantan. Indukan tersebut  didapatkan dari Cianjur, Sukabumi, dan Tasikmalaya.
Jumlah larva yang dihasilkan dari pemijahan tersebut tergantung berat indukannya. Misalnya, indukan tersebut mempunyai bobot 4 kg maka larva yang dihasilkan sekitar 400.000 ekor. Kalau berat indukan mencapai 6 kg, bisa menghasilkan sekitar 600.000 larva. “Jadi bisa diestimasikan 1 kg bobot induk menghasilkan kurang lebih 100.000 ekor larva,” ucap lelaki asal Tasikmalaya ini kepada TROBOS belum lama ini.
READ MORE - Cara Mudah Pembenihan Bawal Air Tawar

lintasberita

mengapa harus Produksi Udang ?

Fokus meningkatkan skala usaha petambak tradisonal menjadi semi-intensif, dan menjadikannya  sebagai faktor penyumbang utama angka produksi udang nasional

Meski sedikit, angka produksi udang nasional mengalami peningkatan. Data yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut kinerja udang tanah air naik 2,6 % dari 338.060 ton pada 2009 menjadi 352.600 ton pada 2010. Kenaikan ini diklaim sebagai prestasi, pasalnya angka ini jauh lebih baik ketimbang kinerja 2009 yang produksinya negatif 30 %  dari produksi 2008.


Setelah hampir 3 tahun terakhir produksi udang nasional tertatih-tatih akibat terbelenggu penyakit, memasuki 2011 titik terang mulai tampak. Rilis laporan NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) Fisheries juga menunjukkan rapor biru ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat. Pada Januari 2011 volume ekspor mencapai 6.042 MT (Metrik Ton) 18,4 % lebih banyak ketimbang Januari 2010 yang 5.091 MT. Meski belum setinggi angka ekspor pada Januari 2009 yang mencapai 6.608 MT, setidaknya peningkatan ini bisa jadi awal tren positif produksi udang  sepanjang 2011.
READ MORE - mengapa harus Produksi Udang ?

lintasberita

Keramba Jaring Apung

Keramba Jaring Apung Anti-Lapuk
Dengan menyodorkan nilai lebih daya tahan lama, perawatan mudah dan ramah lingkungan, beberapa perusahaan berlomba mengenalkan bentuk baru KJA (Keramba Jaring Apung), wadah untuk budidaya ikan, baik air tawar maupun air laut. Kalau selama ini pembudidaya ikan terbiasa membuat KJA-nya dari bahan baku bambu dan kayu dan memanfaatkan drum sebagai pelampung,
READ MORE - Keramba Jaring Apung

lintasberita

peta dan profil kota singkawang kalimantan barat

Kota Singkawang memiliki luas 50.400 ha, yang dibagi menjadi 5 (lima) wilayah Kecamatan meliputi 26 Kelurahan. Secara geografis terletak pada posisi antara 1080 52’ 14,19’’ sampai dengan 1090 09’ 44,22 ’’ Bujur Timur dan 000 44’ 57,57’’ sampai dengan 010 00’ 48,65’’ Lintang Utara. Berjarak ± 147 km dari Ibukota Propinsi (Pontianak) dan dapat dicapai melalui transportasi darat maupun laut (pelabuhan Singkawang).
Dengan batas-batas wilayah: di sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Selakau Kabupaten sambas; disebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang; sebelah Barat berbatasan dengan laut Natuna dan disebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang. Secara umum wilayah Kota Singkawang beriklim tropis dengan suhu rata-rata berkisar antara 21,80 sampai dengan 30,050 Celcius.
Kehidupan masyarakat Kota Singkawang yang multi etnis terdiri dari 3 (tiga) etnis terbesar yakni Tionghoa (Cina), Melayu dan Dayak ditambah suku-suku lainnya yang hidup secara berdampingan dan harmonis, memberikan warna tersendiri dalam kehidupan sehari-hari. Keanekaragaman etnis dan budaya ini memberikan ciri dan daya tarik tersendiri bagi Kota Singkawang. Terdapat berbagai peristiwa budaya yang dapat dinikmati dari masing-masing etnis yang ada. Peristiwa budaya tersebut biasanya dirayakan dan diperingati bersamaan dengan upacara hari besar keagamaan.
Kota Singkawang yang letaknya dipesisir pantai dan dikelilingi oleh gunung-gunung memberikan kesan dan keindahan alam tersendiri. Dengan posisi letaknya yang demikian menjadikan Kota Singkawang banyak menyimpan objek-objek wisata menarik dan berpotensi untuk dikembangkan serta memberikan peluang investasi bagi para investor khususnya dalam bidang perhotelan, transportasi, restoran, resort serta pengembangan sarana prasarana pendukung wisata lainnya.
READ MORE - peta dan profil kota singkawang kalimantan barat

lintasberita

produksi Post Larva udang udang vaname (LITOPENAUES VANNAMAE)

Jumat

Masalah pada Zoea yang paling umum, yang disebut zoea II atau Z sindrom II, telah menjangkiti banyak hatchery di negeri Barat sehingga tidak mengagetkan bagi industri hatchery di Asia. Yang terjadi pada saat penyakit ini berlangsung, ketika metamorfosa larva pada tahap zoea II, usus kosong dan larva tidak pernah mau memulai untuk makan. Sel-sel epitel yang melapisi usus menembus masuk ke lumen, dan larva akan mati sebelum mencapai zoea III. Tidak ada patogen yang berdiri sendiri (tunggal) yang telah teridentifikasi sebagai penyebab masalah penyakit ini.
READ MORE - produksi Post Larva udang udang vaname (LITOPENAUES VANNAMAE)

lintasberita

Jaga Salinitas Ideal Untuk Udang Demi Produktivitas (inovasi)

Kamis

Pada tingkat salinitas yang ideal 15 – 25 ppt, daya tahan udang terhadap penyakit dan tingkat pertumbuhan lebih optimal
Taura, myo, dan white spot. Teknisi tambak udang mana yang tak kenal 3 penyakit ini. Satu dari tiga penyakit tersebut bahkan disebut-sebut jadi biang kerok melesetnya target produksi udang di 2010. Tak heran jika banyak kalangan mengingatkan untuk waspada terhadap penyakit-penyakit tadi. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menjaga salinitas (kadar garam) air di tambak.
Tingkat salinitas menurut Budi Santosa, terkait erat dengan daya tahan udang terhadap penyakit. Teknisi tambak udang vannamei Bumi Asri Lestari, Situbondo, Jawa Timur ini mencatat, bila tingkat salinitas air tambak terlalu tinggi hingga mencapai 30 ppt atau lebih, maka udang akan lebih rentan terhadap serangan virus white spot.
Sedangkan bila terlalu rendah hingga di angka 5 ppt, maka akan lebih rentan terhadap serangan virus myo dan taura. ”Dari beberapa percobaan dan kemudian mengamatinya, pada kisaran salinitas 20 – 25 ppt daya tahan udang terhadap ketiga penyakit itu lebih baik. Bagi saya kisaran itu lah yang paling ideal,” terang Budi yang mendasarkan penilaiannya dari pengamatan bertahun-tahun di lapangan
Masih dari Situbondo, teknisi tambak udang vannamei Pandawa Senajaya – Mochammad Zamroni berpendapat, tingkat salinitas air sangat mempengaruhi tingkat stres udang. Terangnya, kalau udang yang kita pelihara sudah terbiasa pada tingkat salinitas 20 – 25 ppt, lalu tingkat salinitasnya tiba-tiba naik jadi 30 ppt, maka udang akan langsung stres. ”Stres ini lah yang kemudian menyebabkan udang itu lebih rentan terhadap penyakit,” simpul Zamroni.

Salinitas & Pertumbuhan
Tak hanya terkait dengan daya tahan udang terhadap penyakit, Budi mengamati, tingkat salinitas juga erat kaitannya dengan pertumbuhan. ”Pada kisaran salinitas 20 – 25 ppt, tingkat pertumbuhan udang juga akan lebih baik,” katanya.
Penjelasan ilmiahnya dikemukakan oleh ahli udang dari Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Bambang Widigdo. Dia menerangkan, udang vannamei secara alami memiliki kemampuan untuk mentolerir salinitas pada kisaran yang lebar, yaitu antara 5 – 40 ppt. Kata Bambang, ini dimungkinkan karena di dalam tubuh udang terdapat suatu organ yang disebut osmoregulator yang berfungsi mengatur kadar garam dalam sel tubuh udang.
Terkait bagaimana kinerja osmoregulator itu, Bambang memberi penjelasan. Saat tingkat salinitas di lingkungan lebih rendah (kurang dari 15 ppt) dari kadar garam sel tubuh udang, air dari lingkungan akan masuk ke dalam sel tubuh udang melalui membran semipermeabel sel. ”Bila ini terjadi, maka kadar garam dalam sel tubuh udang akan menurun. Untuk itu osmoregulator akan mengeluarkan air dari sel tubuh udang,” jelasnya.
Selengkapnya baca majalah Trobos edisi Maret 2011
READ MORE - Jaga Salinitas Ideal Untuk Udang Demi Produktivitas (inovasi)

lintasberita

Benur Udang Tahan Penyakit Mengimbangi Lingkungan

Rabu


Kian menurunnya kualitas lingkungan dan perubahan cuaca yang ekstrim membuat budidaya udang semakin sulit dilakukan. Pada akhirnya kondisi itu dapat micu timbulnya beragam penyakit seperti myo, taura, dan white spot yang terus membayangi. Inilah tantangan berat yang harus dihadapi petambak di seluruh penjuru negeri, diantaranya di Banyuwangi dan Situbondo Jawa Timur yang merupakan sentra tambak udang.

READ MORE - Benur Udang Tahan Penyakit Mengimbangi Lingkungan

lintasberita

Rumput Laut Caulerpa, Pencegah Kanker

Selasa


Satu lagi jenis rumput laut yang berprospek cerah pengembangannya selain Eucheuma cottonii dan Gracilaria yang lebih dulu populer. Rumput laut ini bernama Caulerpa dari kelompok Chlorophyceae (alga hijau). Jenis rumput laut ini dikenal sebagai lalapan atau sayuran yang sangat diminati oleh masyarakat dalam negeri maupun luar seperti Jepang, Korea, China, dan beberapa negara Eropa.

 Rumput laut ini bisa dipanen setelah dua minggu pemeliharaan, jika satu hektar ditebar bibit 500 kg maka panen bisa 2 kali lipatnya



Tidak heran jika pasar ekspor Caulerpa saat ini cukup terbuka meski di beberapa negara seperti Jepang sudah mengembangkan budidayanya. “Tetapi kebutuhannya masih mengandalkan impor dari Filipina,” jelas Kepala Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Takalar – Sulawesi Selatan, Sugeng Raharjo. Sementara untuk lokal, “Permintaannya mencapai 1 – 3 ton per bulan, itu juga belum terpenuhi,” tambahnya.

Sayang permintaan itu belum bisa terpenuhi karena produksi hanya mengandalkan hasil alam sehingga terbatas. Sugeng menjelaskan, rumput laut yang juga dikenal sebagai lawi-lawi atau latoh ini masuk dalam kategori tumbuhan tingkat rendah yang hidup dengan menempel pada substrat pasir.
Di beberapa negara Asia, Caulerpa, selain sebagai konsumsi masyarakat juga digunakan sebagai obat pada beberapa jenis penyakit. Hal ini karena Caulerpa mengandung zat antibakteri, antimikroba, antijamur, serta zat bioaktif untuk penyakit tekanan darah tinggi dan tumor.

Untuk ciri-cirinya, berwarna hijau dengan thallus (cabang) berbentuk lembaran, batangan, dan bulatan. Selain itu memiliki tekstur lunak keras dan siphonous. Dengan rumpun berbentuk percabangan dari yang sederhana sampai yang kompleks sebagai representatif dari akar, batang, dan daun yang menjalar.
Sedangkan dalam perkembangbiakannya, lanjuta Sugeng, terjadi dengan perkawinan gamet, spora, dan fragmentasi thallus atau vegetatif. Penyebaran Caulerpa tidak hanya di Takalar dan Parepare saja, tetapi cukup luas yang meliputi  pesisir dan terumbu karang di Indonesia. “Seperti di Pulau Jawa terdapat di daerah  Jepara dan Yogyakarta,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kandungan klorofil (zat hijau dau) rumput laut ini bersifat antikarsinogenik. Juga kandungan serat, selenium, dan seng yang tinggi pada rumput laut ini bisa mereduksi estrogen (jenis hormon), karena disinyalir level estrogen yang terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya kanker. Selain itu Caulerpa juga digunakan dalam penggunaan di akuarium untuk ikan hias yang berasal dari laut, sebagai hiasan yang bisa menstabilkan kualitas air dalam akuarium.
READ MORE - Rumput Laut Caulerpa, Pencegah Kanker

lintasberita

Salinitas Ideal Untuk Udang Demi Produktivitas ( inovasi )

Taura, myo, dan white spot. Teknisi tambak udang mana yang tak kenal 3 penyakit ini. Satu dari tiga penyakit tersebut bahkan disebut-sebut jadi biang kerok melesetnya target produksi udang di 2010. Tak heran jika banyak kalangan mengingatkan untuk waspada terhadap penyakit-penyakit tadi. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menjaga salinitas (kadar garam) air di tambak.

 Pada tingkat salinitas yang ideal 15 – 25 ppt, daya tahan udang terhadap penyakit dan tingkat pertumbuhan lebih optimal
READ MORE - Salinitas Ideal Untuk Udang Demi Produktivitas ( inovasi )

lintasberita

Positif Ekspor Udang Indonesia (National Marine Fisheries Service)

Informasi teranyar National Marine Fisheries Service (NMFS) menunjukkan, harga udang vannamei, windu, dan jerbung semua ukuran di pasar Jepang masih stagnan sejak (29/11/2010) sampai (20/12/2010).  Nilai tukar Yen terhadap dollar Amerika Serikat (US$) sempat menguat pada (6/12/2010) menjadi 84 Yen per US$, lalu melemah sedikit menjadi 85 Yen per US$ sejak (13/12) hingga data teranyar (20/12).

READ MORE - Positif Ekspor Udang Indonesia (National Marine Fisheries Service)

lintasberita

Melirik Potret Bisnis Perikanan Negeri Gajah Putih

Reklame yang menampilkan foto pria yang sedang asyik makan sup pangsit udang (shrimp wonton soup) terpampang sepanjang perjalanan menuju Pabrik Charoen Pokphand Foods (CPF) di Provinsi Samut Sakhon Thailand. Pangsit udang merupakan salah satu produk siap saji andalan CPF. Bahkan bukan hanya di jalan raya, iklan produk olahan udang itu ternyata juga dipajang dalam monorail (kereta listrik) dan ditayangkan pada siaran televisi lokal.

Sebagian besar perusahaan perikanan Thailand memiliki usaha yang terintegrasi mulai dari budidaya hingga pengolahannya
READ MORE - Melirik Potret Bisnis Perikanan Negeri Gajah Putih

lintasberita

Mari Menuju Industri Rumput Laut

Majalah TROBOS Edisi JuliRumput laut kian mendapat perhatian serius dari pemerintah. Tak main-main, perhatian tersebut bukan hanya datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tapi juga dari Kementerian Perindustrian. Satu tujuan yang ingin dicapai, mendirikan industri hilir rumput laut yang yang mengolah komoditas tersebut sejak awal hingga produk akhir di dalam negeri.
READ MORE - Mari Menuju Industri Rumput Laut

lintasberita

Mari Bangkitkan Fanatisme Udang Windu Melalui Polikultur

majalah TROBOS. Budidaya udang windu sistem polikultur dan pemuliaan indukan menjadi solusi peningkatan produksi. Semangat dan kecintaan Endi Muchtarudin pada udang windu (windu) atau Peneus Monodon patut diacungi jempol. Meski saat ini banyak petambak windu yang beralih membudidaya udang vannamei (vannamei), petambak windu kawakan asal Karawang ini tak bergeming.
Ia lalu bercerita, pada 1980-an hingga 2000 windu memang berjaya, namun semenjak 2000 ke atas kejayaan itu sirna. “Saat itu tambak-tambak windu diserang virus white spot hingga produksi menurun jauh,” ucap Endi lirih akan penyebab lesunya agribisnis windu beberapa tahun belakangan ini.
READ MORE - Mari Bangkitkan Fanatisme Udang Windu Melalui Polikultur

lintasberita
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudi mampir di blog ini. bagi teman-teman kepengen tukar link silahkan isi id saya dengan format di bawah ini http://sinar-fals.blogspot.com/ name : dunia perikanan apabila sudah terpasang konfirmasi boleh melalui buku tamu. maka saya akan link balik blog teman-teman. link sahabat
  • DESPARADOS@MOVIE
  • BLOGING LIFE
  • Intlegent Blog
  • tipsh4re
  • bicara bola
  • Artikel Komputer
  • Berbagai Informasi
  • Panduan dan Tutorial Gratis
  • Areal Usaha
  • Gufron Dot Com
  • informasi seputar komputer dan bisnis online
  • Tutorial, tips, trik, Make Money
  • Dan seterusnya sesuai link yang akan dimasukan
  • Isi Menu 4.2
    Isi Menu 4.2
    Isi Menu 4.dst
     
     
     
    mari sama-sama kita tingkatkan trafik di linkreferral

    aaaaaaa


    Get this widget!