Ikan Hias Laut
betapa indahnya ikan hias laut degan corak warna dan bentuk tubuh yang eksotik membuat...
Galeri Foto
Ikan koi merupakan ikan hias yang banyak diminati, warna dan corak beragam dah mudah dan...
alat tangkap ikan
Aquarium
artikel perikanan umum
artikel unik
belut
berbagai jenis ikan
biologi ikan
budidaya air tawar
budidaya kepiting
cacing tanah
coral
dongeng
download perikanan
forum bersama
foto amatiran
foto iwan fals koleksi
frand link
gambar ikan
gizi ikan
gurita
ikan hias
ikan hias laut
info umum
kata indah mu
klasifikasi ikan air tawar
klasifikasi ikan laut
klasifikasi ikan lautperikanan laut
klasifikasi ikan laut perikanan laut
klik
kolom kesehatan
kota singkawang
kualitas air
mangrove
Media Pemeliharaan
pakan ikan
pembenihan ikan
penyakit ikan
penyu
perikanan laut
pintu air
plankton
rumput laut
sekilas berita
tahukah anda
terumbu karang
tips dan trik
udang
wallpaper ikan
warta pasar
Tampilkan postingan dengan label tahukah anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahukah anda. Tampilkan semua postingan
penguin | spesies | asal usul
Minggupenguin | Klasifikasi ilmiah | genera
?Penguin
Rentang fosil: Paleosen-sekarang

Klasifikasi ilmiah
Modern genera
Aptenodytes
Eudyptes
Eudyptula
Megadyptes
Pygoscelis
Spheniscus
sumber : wiki
READ MORE - penguin | Klasifikasi ilmiah | genera
Rentang fosil: Paleosen-sekarang
Gentoo Penguin, Pygoscelis papua
Klasifikasi ilmiah
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Infrakelas: | Neognathae |
| Ordo: | Sphenisciformes Sharpe, 1891 |
| Famili: | Spheniscidae Bonaparte, 1831 |
Modern genera
Aptenodytes
Eudyptes
Eudyptula
Megadyptes
Pygoscelis
Spheniscus
sumber : wiki
Ikan asin dan bahan pengawet berbahaya
Rabu
Masalahnya matahari tidak selalu bersinar dengan cukup setiap harinya, terutama di musim hujan di mana awan mendung seringkali menutupi langit. Akibatnya, banyak ikan yang tidak terawetkan dengan baik, menurun kualitasnya, dan bahkan menjadi busuk.
Untuk mengurangi kerugian, sementara pengolah mengambil jalan pintas menggunakan bahan-bahan kimia seperti pestisida dan formalin. Bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan ini digunakan sebagai pengawet tambahan untuk mencegah pembusukan. Formalin juga mencegah pengurangan bobot ikan yang berlebihan akibat menguapnya cairan tubuh ikan yang diasinkan.
sumber : wikipedia
sumber : wikipedia
Alternatif bahan pengawet tambahan yang aman adalah khitosan. Akan tetapi bahan yang diekstrak dari cangkang udang dan kepiting ini belum populer dan belum diproduksi secara massal di Indonesia.
sejarah singkat tentang perikanan | sekilas info
kering dari daerah Di India, Pandyas, kerajaan Tamil Dravidian tertua, dikenal dengan tempat perikanan mutiara diambil sejak satu abad sebelum masehi. Pelabuhan Tuticorinmutiara laut dalam. Paravas, bangsa Tamil yang berpusat di Tuticorin, berkembang menjadi masyarakat yang makmur oleh karena perdagangan mutiara mereka, pengetahuan ilmu pelayaran dan perikanan. dikenal dengan perikana.
di share dari : wikipedia
di share dari : wikipedia
ikan hiu | cucut | sekilas info
Hiu atau cucut adalah sekelompok (superordo Selachimorpha) ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang ramping. Mereka bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang, kepalanya.
Mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan.
Hiu banteng, Carcharhinus leucas, adalah yang paling terkenal dari beberapa spesies yang berenang di air laut maupun air tawar (jenis ini ditemukan di Danau Nikaragua, di Amerika Tengah) dan di delta-delta
di share dari wikipedia,
rujukan :
- Budker, Paul (11 Juni 1971). The Life of Sharks. London: Weidenfeld and Nicolson. SBN 297003070.
- ^ Allen, Thomas B. (11 Juni 1999). The Shark Almanac. New York: The Lyons Press. ISBN 1-55821-582-4.
- Hamlett, W. C. (11 Juni 1999). Sharks, Skates and Rays: The Biology of Elasmobranch Fishes. Johns Hopkins University Press. ISBN 0-8018-6048-2.
- Hawaiian Mitologi". http://www.sacred-texts.com/pac/hm/hm32.htm. Diakses pada 13 September 2006.
- "Pele, Goddess of Fire (Pele, Dewi Api)". http://www.mythicalrealm.com/legends/pele.html. Diakses pada 13 September 2006.
- "Do Sharks Hold Secret to Human Cancer Fight?". National Geographic. http://news.nationalgeographic.com/news/2003/08/0820_030820_sharkcancer.html. Diakses pada 8 September 2006.
sungai dan anak sungai
Minggu
Kebanyakan pinggir sungai di Jepang dipakai untuk tempat bermain, rekreasi dan pesta akhir pekan
Sungai merupakan jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain.
Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai.
Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.
Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan,embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu air sungai juga berasal dari lelehan es / salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS).
Ditinjau dari konsep ekohidrologi pada kesepakatan dunia pada KTT Bumi (Earth Summit) di Johannesburg pada September 2002 sodetan sungai (river diversion) digolongkan sebagai pembangunan berkelanjutan.
sumber ; wikipedia
sejarah ikan mas di Indonesia | budidaya | asal muasal
Sabtu
Menurut Djoko Suseno (2000), di Indonesia pertama kali ikan karper berasal dari daratan Eropa dan Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi ikan budi daya yang sangat penting.Sementara itu, menurut R.O Ardiwinata, (1981) ikan karper yang berkembang di Indonesia diduga awalnya berasal dari Tiongkok Selatan. Disebutkan, budi daya ikan karper diketahui sudah berkembang di daerah Galuh (Ciamis) Jawa Barat pada pertengahan abad ke-19. Masyarakat setempat disebutkan sudah menggunakan kakaban - subtrat untuk pelekatan telur ikan karper yang terbuat dari ijuk – pada tahun 1860, sehingga budi daya ikan karper di kolam di Galuh disimpulkan sudah berkembang berpuluh-puluh tahun sebelumnya.
Sedangkan penyebaran ikan karper di daerah Jawa lainnya, dikemukakan terjadi pada permulaan abad ke-20, terutama sesudah terbentuk Jawatan Perikanan Darat dari “Kementrian Pertanian” (Kemakmuran) saat itu.
Dari Jawa, ikan karper kemudian dikembangkan ke Bukittinggi (Sumatera Barat) tahun 1892. Berikutnya dikembangkan di Tondano (Minahasa, Sulawesi Utara) tahun 1895, daerah Bali Selatan (Tabanan) tahun 1903, Ende (Flores, NTT) tahun 1932 dan Sulawesi Selatan tahun 1935. Selain itu, pada tahun 1927 atas permintaan Jawatan Perikanan Darat saat itu juga mendatangkan jenis-jenis ikan karper dari Negeri Belanda, yakni jenis Galisia (karper gajah) dan kemudian tahun 1930 didatangkan lagi karper jenis Frankisia (karper kaca). Menurut Djoko Suseno (2000), kedua jenis karper tersebut sangat digemari oleh petani karena rasa dagingnya lebih sedap, padat, durinya sedikit dan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan ras-ras lokal yang sudah berkembang di Indonesia sebelumnya.
Pada tahun 1974, seperti yang dikemukakan Djoko Suseno (2000), Indonesia mengimpor ikan karper ras Taiwan, ras Jerman dan ras fancy carp masing-masing dari Taiwan, Jerman dan Jepang. Sekitar tahun 1977 Indonesia mengimpor ikan karper ras yamato dan ras koi dari Jepang. Ras-ras ikan karper yang diimpor tersebut dalam perkembangannya ternyata sulit dijaga kemurniannya karena berbaur dengan ras-ras ikan karper yang sudah ada di Indonesia sebelumnya sehingga terjadi persilangan dan membentuk ras-ras baru.
wikipedia
spesies Ikan wader (famili) Cyprinidae
Kamis
Ikan wader merupakan jenis-jenis ikan kecil dari suku (famili) Cyprinidae. Beberapa spesies ikan wader yang yang kita kenal adalah wader pari (lunjar padi), wader bintik dua, dan beberapa jenis lainnya yang biasa disebut dengan wader saja. Ikan yang sering dikonsumsi lantaran memiliki rasa yang gurih ini biasa menempati danau dan sungai, bahkan selokan yang berair jernih.
Ikan wader secara umum tersebar di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Lombok dan Bali), Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, Brunei Darusalam, hingga ke India dan sebagian China.
Wader (famili Cryprinidae) mempunyai berbagai macam jenis. Di seluruh dunia diperkirakan terdapat lebih dari seratus jenis (spesies) wader dari sekitar belasan Genus.
Wader Pari atau Lunjar Padi (Rasbora argyrotaenia). Ikan wader pari atau lunjar padi biasa disebut juga sebagai wader, wader pari, lunjar andong (Jawa), cecereh, ikan cere (Betawi), paray (Sunda), pantao, seluang (Sumatera), seluang (Kalimantan).
spesies wader pari atau lujar padi (Rasbora argyrotaenia)
Dalam bahasa Inggris ikan wader ini disebut sebagai silver rasbora sedangkan di Malaysia disebut Buntung, Londoi, Seluang, atau Waderpari. Dalam bahasa ilmiah (latin) dinamakan Rasbora argyrotaenia.
Ikan lunjar padi memiliki panjang maksimal 17 cm . Tubuhnya berwarna kuning keemasan di bagian atas dan berwarna putih keperakan di bagian bawah.
Ikan wader pari atau lunjar padi biasa hidup di parit-parit yang dangkal hingga danau dan sungai yang mempunyai air jernih.
Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Actinopterygii; Ordo: Cypriniformes; Famili: Cyprinidae; Genus: Rasbora; Spesies: Rasbora argyrotaenia
Wader Bintik Dua (Puntius binotatus). Wader bintik dua merupakan salah satu spesies wader yang dibeberapa daerah di Indonesia biasa disebut sebagai beunteur (Sunda), wader cakul atau wader (Jawa), puyan (Banjar), tanah atau sepadak (Bengkulu). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai spotted barb atau common barb. Sedang dalam bahasa Malaysia disebut Bunter, Putih, Tebal Sisek. Dalam bahasa ilmiah (latin) dinamakan Puntius binotatus.
Spesies wader bintik dua (Puntius binotatus)
Ikan wader bintik dua mempunyai ciri berukuran kecil-sedang dengan panjang total sekitar 10 cm. Meskipun jarang besar namun wader bintik dua mampu mencapai panjang 17 cm. Wader bintik dia mempunyai empat sungut kecil di ujung moncongnya. Tubuhnya berwarna abu-abu kehijauan atau keperakan dengan dua yang terdapat di pangkal sirip belakang dan di tengah batang ekor.
Ikan wader bintik dua biasa ditemukan bersama spesies wader lainnya mulaid ari pantai hingga daerah berketinggian 2.000 meter dpl. Wader bintik dua menyukai air sdelokan dangkal, sungai bahkan danau yang berair jernih.
Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Actinopterygii; Ordo: Cypriniformes; Famili: Cyprinidae; Genus: Puntius; Spesies: Puntius binotatus
Jenis Wader Lainnya. Selain kedua jenis wader tersebut masih terdapat sekitar seratusan jenis wader di dunia. Tidak sedikit dari spesies tersebut yang merupakan spesies endemik. Beberapa jenis spesies wader diantaranya adalah:
- Rasbora argyrotaenia (Silver Rasbora)
- Rasbora aurotaenia (Pale Rasbora)
- Rasbora baliensis
- Rasbora bankanensis
- Rasbora beauforti (Spotlight Rasbora)
- Rasbora einthovenii (Blue Line Rasbora)
- Rasbora jacobsoni
- Rasbora kalbarensis (Kalbar Rasbora)
- Rasbora sumatrana (Sidestripe Rasbora)
- Rasbora tawarensis
- Rasbora tobana
- Puntius bantolensis
- Puntius javanicus
- Puntius binotatus
Pemanfaatan Wader. Ikan wader pada umumnya dimanfaatkan untuk dikonsumsi secara lokal sebagai lauk. Beberapa warung makan di Jawa dan Kalimantan ada yang menjadikan wader sebagai menu utamanya. Rata-rata wader yang dikonsumsi merupakan hasil tangkapan dari alam liar lantaran masih sangat jarang yang membudidayakan ikan kecil ini. Padahal di luar negeri, konon, ikan ini telah memiliki nilai komersial yang cukup tinggi sebagai ikan hias.
Meskipun ikan kecil ini bukan termasuk binatang langka dalam daftar IUCN Redlist lantaran keberadaannya yang disinyalir masih melimpah, namun terutama di daerah saya, lima tahun terakhir ikan wader sudah mulai jarang terlihat. Mungkin karena air yang ada semakin tidak jernih. Bagaimana dengan di daerah sobat, masihkan sering menjumpai jenis-jenis wader?
Referensi: zipcodezoo.com; Gambar: commons.wikimedia.org
Hari Air Sedunia atau World Water Day
Hari Air Sedunia atau World Water Day dan sering pula disebut sebagai World Day for Water merupakan hari perayaan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat sedunia (internasional) akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Peringatan Hari Air Sedunia dilaksanakan setiap tanggal 22 Maret.
Pun pada tahun 2011. Peringatan hari air sedunia atau World Water Day dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2011 di seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Sejarah Hari Air Sedunia. Berdasarkan sejarahnya Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992.
Logo Hari Air Sedunia 2011 dalam bahasa Inggris
Pada Sidang Umum PBB ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993.
Tema dan Logo Hari Air Sedunia. Setiap tahun peringatan Hari Air Sedunia memiliki tema dan logo tersendiri yang ditetapkan PBB. Sebagai contoh pada tahun 2009 silam tema yang diangkat adalah “Shared Waters Shared Opportunities” yang di-Indonesiakan menjadi “Air Bersama, Peluang Bersama”. Sedang pada Hari Air Sedunia tahun 2010 mengambil tema “Clean Water for a Healthy World“.
Tema Hari Air Sedunia 2011
Dan kini pada peringatan Hari Air Sedunia tahun 2011, tema yang diangkat adalah “Water for Cities, Responding to The Urban Challenge“. Tema ini dialihbahasakan dalam tema hari air tingkat nasional menjadi “Air Perkotaan dan Tantangannya”.
Uniknya, logo resmi Hari Air Sedunia Tahun 2011 yang dirilis oleh www.worldwaterday2011.org (situs resmi World Water Day 2011) dibuat dalam 40 bahasa yang berbeda. Dan salah satu logo tersebut ternyata dibuat dalam bahasa Indonesia.
Logo Hari Air Sedunia dalam 40 bahasa yang salah satunya bahasa Indonesia
Hari Air Sedunia – Word Water Day Tahun 2011. Dari tema dan logo ini terlihat bahwa isu khusus yang diangkat PBB dalam Hari Air Sedunia tahun 2011 berkaitan dengan air di daerah perkotaan dan berbagai permasalahannya terutama terkait urbanisasi.
Di Indonesia yang katanya negeri kaya air, ternyata juga tidak terlepas dari persoalan air. Di kota-kota, berbagai permasalahan air telah menghantui setiap orang. Ketersediaan Air bersih yang semakin mahal dan langka serta pencemaran air menjadi masalah nyata terutama di kota-kota besar Indonesia.
Untuk itu, peringatan Hari Air Sedunia 2011 seharusnya menjadi tonggak awal kesadaran kita bahwa kita perlu melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan air kita. Tiga hal paling sederhana namun berdampak besar yang bisa kita lakukan adalah mulai hemat air, mengurangi pencemaran air, dan menanam air hujan.
Referensi dan gambar:
- www.worldwaterday2011.org (materi dan gambar)
IKAN-IKAN ROBOT
Sabtu
What are these new inventions used for? A robot fish can be used for many things in the deep blue seas.
ATRAKSI PARA PENYELAM KETIKAN BERHADAPAN DENGAN IKAN BESAR
Budidaya Lele dan Gurami ( peluang usaha)
Senin
Ikan lele dan gurami merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki beberapa keunggulan, seperti teknologi pembenihan dan pembesarannya telah dikuasai dan mudah diterapkan, telah berkembang di masyarakat di hampir seluruh wilayah Indonesia, bernilai ekonomis, dapat dilakukan dalam skala rumah tangga sampai industri serta memiliki pasar lokal maupun pasar ekspor yang sangat potensial.Potensi lahan untuk pengembangan budidaya ikan lele dan gurami berupa lahan darat masih sangat luas, mencapai sebesar 2,07 juta Ha dan baru dimanfaatkan sebesar 361.971 Ha atau 17,47% dari total potensi tersebut.
Perkembangan produksi ikan lele selama 5 tahun terakhir menunjukkan hasil sangat signifikan yaitu sebesar 21,82% per tahun dari 69.386 ton pada Tahun 2005 menjadi 145.099 ton pada Tahun 2009, begitu pula dengan gurami selama 5 tahun terakhir menunjukkan angka pertumbuhan sebesar 18,63% per tahun, yaitu dari 24.052 ton pada Tahun 2005 menjadi 46.452 ton pada Tahun 2009.
Proyeksi produksi ikan lele nasional selama 2010-2014 sebesar 450 % atau rata-rata meningkat sebesar 35% per tahun yakni pada tahun 2010 sebesar 270.600 ton meningkat menjadi 900.000 ton pada tahun 2014. Sementara proyeksi produksi ikan gurame selama 2010-2014 sebesar 127% atau rata-rata meningkat sebesar 5% per tahun yakni sebesar 40.300 ton pada tahun 2010 meningkat menjadi 48.900 ton pada tahun 2014.
Jenis ikan lele yang dibudidayakan dan berkembang di wilayah Indonesia adalah lele dumbo, lele sangkuriang, lele afrika, lele piton dan lele paiton, sedangkan ikan gurami yang dibudidayakan di masyarakat umumnya gurami paris dan gurami swang.
Sentra pengembangan budidaya ikan lele tersebar di hampir seluruh Indonesia, terutama di Propinsi Sumut, Sumbar, Jambi, Lampung, Banten, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim dan Kalbar. Sedangkan sentra pengembangan budidaya ikan gurami terkonsentrasi di Lampung, Sumsel, Sumbar, Jabar, Jateng, Jatim dan DI Yogyakarta.
Sumber benih ikan lele umumnya berasal dari Propinsi Jawa Barat (Kabupaten Bekasi, Bogor, Sukabumi, Subang, Indramayu dan Cirebon), Jawa Timur (Kab.Tulung Agung, Blitar) dan dari kawasan budidaya ikan air tawar sekitarnya, sedangkan sumber benih ikan gurami terkonsentrasi di Propinsi Jawa Tengah (Kab. Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara) dan di Propinsi Jawa Barat (Kab.Bogor, Tasikmalaya dan Ciamis) serta telah memanfaatkan sumber plasma nutfah ikan gurami di perairan umum.
Induk lele Sangkuriang yang beredar di masyarakat merupakan induk unggul hasil perbaikan genetik dari BBPBAT Sukabumi, dan saat ini sedang dilakukan perekayasaan untuk menghasilkan induk lele sangkuriang generasi kedua. Untuk induk gurami, umumnya berasal dari hasil pembesaran pembudidaya berdasarkan kriteria fisik, dan saat ini sedang dilakukan pemuliaan induk di pusat pengembangan induk (BBPBAT Sukabumi, BPBIAT Muntilan-Jateng, BPPBAT Singaparna-Jabar) dalam tahap menghasilkan calon induk unggul (F0).
Budidaya ikan lele umumnya menerapkan sistem monokultur di kolam tanah, bak semen, dan yang saat ini banyak berkembang adalah kolam terpal dengan padat penebaran antara 100-200 ekor/m² dengan ukuran benih 7-9 cm. Bahkan budidaya ikan lele dapat dilakukan di daerah marginal (seperti di Kab.Gunung Kidul) dan memberikan hasil yang memuaskan, sehingga dimungkinkan dikembangkan secara massal. Saat ini terdapat pula kawasan pembudidayaan lele dengan pola MINAKERA (Mina Kebun Rakyat) dengan pola pengembangan polikultur ikan lele, gurami dan nila.
Budidaya ikan gurami umumnya dilakukan di kolam tanah secara tradisional baik monokultur maupun polikultur dengan ikan nila dengan ratio jumlah gurami dibanding nila sebesar 3 : 1 atau dengan pola mina padi. Saat ini berkembang pula budidaya gurami kolam dalam dengan kedalaman 3-4 meter.
Dalam usaha budidaya ikan gurami terdapat 8 segmen usaha yang telah terbukti memperluas peluang usaha dan memberikan keuntungan bagi pembudidaya. Tetapi dari 8 segmen tersebut terdapat 2 segmen yang tidak banyak dilakukan oleh pembudidaya yaitu segmen untuk ukuran 12 dan 22 cm.
Pemberian pakan tambahan berupa pelet telah memasyarakat baik untuk budidaya lele maupun budidaya gurami. Saat ini terdapat pembudidaya di Kabupaten Banjarnegara yang menghasilkan pakan buatan untuk gurami dengan komponen bahan baku seperti ikan rucah (70%) dan bahan lain yang telah difermentasi seperti : tepung kecambah jagung, ampas tahu, bungkil kelapa, mie (BS), roti (BS), bekatul dan ekstrak bahan alami seperti : kangkung, jahe, kunyit, bawang putih, yang menghasilkan pakan dengan kandungan protein 32%, serat kasar 18% dan air 17%.
Pembuatan pakan berbahan baku lokal berupa limbah hasil pertanian (kulit kacang-kacangan, bonggol jagung) yang difermentasikan dengan penambahan bahan herbal.
Pemberian pakan tambahan berupa dedaunan seperti : daun turi, daun singkong, kleresede/cebreng, daun pepaya, lamtoro pada budidaya lele telah mulai berkembang. Demikian juga pemberian pakan tambahan dedaunan pada budidaya gurami dengan jenis dedaunan bervariasi seperti daun senthe, kangkung maupun azola.
Penerapan CBIB sebagai panduan teknis untuk melakukan budidaya yang baik dan benar dalam kerangka penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan belum terlaksana secara baik. Saat ini baru terdapat 11 pokdakan lele dan 10 POKDAKAN gurami yang telah memperoleh Sertifikat CBIB;
Jaringan pasar telur dan benih gurami telah terbentuk, dengan sentra produsen telur gurami di Banyumas, Banjarnegara, Bogor dan Tasikmalaya dengan wilayah distribusi meliputi : Kab. Blitar, Tulung Agung, Pantai Utara Jawa (Cirebon, Indramayu), Nganjuk, Klaten, Sragen, dan DI Yogyakarta, Kalsel, Kalbar, Lampung dan Jambi. Bahkan, diperoleh informasi adanya ekspor benih gurami dari Sumbar, Riau ke Malaysia;
Jaringan pasar ikan lele konsumsi sejak Tahun 2008 sampai pertengahan Tahun 2010 telah diekspor dari Propinsi Jawa Timur yaitu 523,9 ton pada Tahun 2008, 337,3 ton pada Tahun 2009, dan 462,6 ton pada Tahun 2010 (smp bln Agustus), dengan negara tujuan ekspor Cina,Vietnam, Korea dan Uni Eropa. Sementara jaringan pasar ikan gurami konsumsi banyak terdapat di Jakarta yaitu sebesar 22,5 ton/hari dengan pasar utamanya adalah restoran dan swalayan;
Diversifikasi produk olahan khususnya untuk lele olahan sudah mulai berkembang, terbukti telah banyak industri rumah tangga yang telah menghasilkan produk seperti : abon, nugget, keripik kulit, tulang dan sirip, sale/asap, bakso, dan lain-lain.
perikanan-budidaya.kkp
ANTARA IKAN DAN KETAHANAN PANGAN
Isu krisis ketahanan pangan yang semakin santer di tahun 2011 ini harus segera mendapat, bila tidak maka terpuruklah bangsa kita ini. Di beberapa Negara sudah mulai membatasi ekspor bahan pangan sebagai cadangan di masing-masing negara. Kondisi ini harus diantisipasi dengan mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan pangan import. Total impor bahan pangan sekitar US$ 5 M/tahun atau setara dengan 5% dari APBN (Kompas, Agustus 2009), dimana impor daging Teknologi Bioremedial Mengatasi Pencemaran di Laut
Jumat
Tim peneliti Indonesia berhasil mengembangkan teknologi bioremedial yang bisa berguna untuk mengatasi pencemaran di laut. Teknologi tersebut berupa kultur bakteri yang akan menyerap bahan pencemar.
kenapa ikan berbau amis ? temukan jawabannya disini
Rabu
Tahukah Anda Kenapa Ikan Berbau Amis?. Orang cenderung menghubungkan bau amis ikan dengan pasar dan restoran karena menurut mereka dimana mereka dapat mencium bau amis ikan? Akan tetapi ikan tidak harus bau amis, apabila ikan tersebut benar-benar segar.
Ketika baru beberapa jam di angkat dari air, ikan, kerang dan udang tidak akan mengeluarkan bau. Mungkin masih ada aroma laut yang segar, tetapi bau yang tidak menyenangkan. Ketika bahan makanan asal laut ini mulai mulai mengurai, barulah aroma amis merebak ke mana-mana. Dan ikan mengurai atau membusuk jauh lebih cepat daripada daging-daging jenis lain. Daging ikan, otot ikan terbuat dari jenis protein yang berbeda dibandingkan dengan daging sapi dan ayam, misalnya.
ikan laut tidak asin, tahukah anda ?
Ikan laut tidak asin rasanya karena ginjalnya mampu mengeluarkan garam air laut yang masuk melalui insang, dikeluarkan darh badan lagi, sehingga kadar garam dalam tubuhnya senantiasa lebih rendah daripada kadar garam air laut sekelilingnya. Air laut yang normal kadar garamnya hanya sekitar 3% . Ini sebenarnya tidak begitu asin dibandingkan dengan ikan asin misalnya, yang kadar garamnya 12%, atau telur asin yang digarami dengan garam yang lebih pekat ~ 20%.
http://lprasaja.wordpress.com/
READ MORE - ikan laut tidak asin, tahukah anda ?
http://lprasaja.wordpress.com/
ikan ini mampu terbang sejauh 400 meter
Ikan terbang menggunakan tubuh aerodinamisnya untuk menembus permukaan air pada kecepatan tinggi dan siripnya yang besar dan aneh berfungsi seperti sayap untuk menjaganya tetap melayang di atas gelombang.


Ikan terbang sesungguhnya bukanlah hewan terbang, seperti burung, tapi hanya melayang saja. Ikan terbang dengan mudah dapat menempuh jarak hingga 200 meter atau lebih dan dapat mencapai ketinggian yang cukup untuk - secara tidak sengaja - nangkring di dek-dek kapal laut.
Alasan pertama ikan terbang yang memiliki 40 atau lebih spesies ini hingga terbang adalah karena aksi melarikan diri atau menghindar dari para predator laut seperti ikan-ikan mackerel, tuna, swordfish dan marlin. Meski demikian ikan ini juga berhati-hati terhadap ancaman paruh burung-burung di atasnya, di samping ikan ini juga diburu oleh nelayan-nelayan di Jepang dan Barbados untuk santapan.
Mekanisme bagaiman ikan ini bisa terbang juga sederhana saja. Awalnya mereka akan berakselerasi di dalam air hingga mencapai kecepatan 70 km/jam dibantu oleh kepakan ekor mereka. Sekali mereka melompat di atas air, sirip-siripnya akan mengembang dan memanfaatkan angin untuk meraih ketinggian. Adakalanya mereka memukulkan ekornya untuk tetap melompat tinggi dan mengubah arah.
Pada beberapa spesies ikan terbang sayap di bagian dadanya juga dibantu sayap di bagian belakangnya, sehingga jenis yang bersayap empat ini lebih hebat beratraksi di udara. Meski kemampuan terbangnya tidak jauh, ikan terbang bisa melakukan terbang bersama, dengan membentuk formasi unik untuk menempuh jarak hingga 400 meter
READ MORE - ikan ini mampu terbang sejauh 400 meter


Ikan terbang sesungguhnya bukanlah hewan terbang, seperti burung, tapi hanya melayang saja. Ikan terbang dengan mudah dapat menempuh jarak hingga 200 meter atau lebih dan dapat mencapai ketinggian yang cukup untuk - secara tidak sengaja - nangkring di dek-dek kapal laut.
Alasan pertama ikan terbang yang memiliki 40 atau lebih spesies ini hingga terbang adalah karena aksi melarikan diri atau menghindar dari para predator laut seperti ikan-ikan mackerel, tuna, swordfish dan marlin. Meski demikian ikan ini juga berhati-hati terhadap ancaman paruh burung-burung di atasnya, di samping ikan ini juga diburu oleh nelayan-nelayan di Jepang dan Barbados untuk santapan.
Mekanisme bagaiman ikan ini bisa terbang juga sederhana saja. Awalnya mereka akan berakselerasi di dalam air hingga mencapai kecepatan 70 km/jam dibantu oleh kepakan ekor mereka. Sekali mereka melompat di atas air, sirip-siripnya akan mengembang dan memanfaatkan angin untuk meraih ketinggian. Adakalanya mereka memukulkan ekornya untuk tetap melompat tinggi dan mengubah arah.
Pada beberapa spesies ikan terbang sayap di bagian dadanya juga dibantu sayap di bagian belakangnya, sehingga jenis yang bersayap empat ini lebih hebat beratraksi di udara. Meski kemampuan terbangnya tidak jauh, ikan terbang bisa melakukan terbang bersama, dengan membentuk formasi unik untuk menempuh jarak hingga 400 meter
Langganan:
Postingan (Atom)



































